Apa Itu Dropship – Arti, Keuntungan, Contoh, Perbedaan

Apa itu Dropship? Bagaimana Cara Kerja Dropship?

Dropship adalah sebuah metode perdagangan dimana seorang penjual atau pengecer tidak benar-benar memiliki barang yang ia jual. Walaupun seorang dropshipper (orang yang melakukan dropshipping) tidak memiliki barang dagangan yang ia jual, namun seorang dropshipper akan berperan sebagai penghubung antara penjual dan perusahaan pemilik barang yang dipasarkan oleh si penjual (dropshipper).

Apa itu drop shiping

Ketika seorang pembeli membeli barang dagangan penjual yang menjual barang dagangannya, maka penjual akan memesan barang dagangan tersebut akan diteruskan kepada perusahaan yang menerima jasa dropshipping untuk diproses. Keuntungan yang didapatkan oleh penjual (dropshipper) adalah selisih yang didapat dari harga barang yang ia jual di website dan harga sebenarnya yang ditetapkan oleh perusahaan yang menyediakan barang.  saat ini ada banyak sekali barang-barang yang dijual secara dropship misalnya dropship baju, pakaian, dropship tas, dropship sepatu, fasion,  aksesoris hape, laptop, kacamata, kaos, jilbab, jam tangan, makanan, mainan otomotif bahkan dropship ponsel dengan harga yang sangat bersaing.

BACA JUGA :   Apa Itu BPJS - Ketenagakerjaan, Kesehatan, Online, karir

Bagaimana Cara Kerja Drop Shipping ?

Sebenarnya metode atau cara kerja dropshipping adalah cukup sederhana, namun saya akan mencoba lebih menyederhanakannya lagi dalam bentuk contoh alur kerja agar anda dapat memahaminya dengan mudah :

a. Pembeli barang online mengunjungi website seorang penjual yang menjual barang milik perusahaan yang memiliki jasa dropshipper (contoh : jualanbarang.com) selanjutnya pembeli barang tersebut membeli barang dagangan yang terdapat pada website  penjual.

b. Penjual menerima pesanan yang telah dipesan oleh pembeli dan selanjutnya meneruskan pesanan tersebut kepada perusahaan penyedia layanan dropshipping.

c. Barang yang dijual oleh pembeli, dikirimkan langsung oleh perusahaan penyedia jasa dropshipping untuk dikirimkan langsung ke alamat  pembeli dengan menggunakan nama pengirim atas nama penjual barang online tersebut

Keuntungan Menggunakan Metode Dropshipping

Salah satu keuntungan terbesar penjual barang yang menggunakan program dropship adalah rendahnya modal yang perlu disediakan oleh penjual, dengan menggunakan metode dropship, penjual barang juga mampu menyediakan barang dalam jumlah yang sangat banyak dan dalam variasi yang sangat unik tanpa harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk memanajemen sebuah perusahaan barang.  berikut beberapa keuntungan dropshipping:

  • Kebutuhan Modal yang Rendah
    Dengan menggunakan metode ini , modal yang dibutuhkan adalah tidak terlalu banyak, karena si penjual online hanya berperan sebagai penghubung antara penjual dan perusahaan yang menyediakan jasa dropship
  • Pilihan Produk yang Lebih Luas
    Dengan menggunakan metode ini dari perusahaan penyedia jasa dropship yang terpercaya, penjual online tidak perlu menyediakan barang dagangan untuk dijual ke pembeli, karena barang yang dijual adalah milik perusahaan penyedia jasa dropshipping
  • Mengurangi Resiko yang Dialami Banyak Penyedia Barang
    Secara umum, penjual yang menjual barangnya sendiri sering dihadapkan dengan permasalahan produk yang dibeli dari penyedia barang misalnya barang rusak, sulitnya claim garansi dan sebagainya. Namun dengan menggunakan metode dropship, penjual barang online tidak perlu berurusan dengan kemungkinan resiko yang telah disebutkan karena barang yang dijual sepenuhnya tidak dimanajemen oleh si penjual.
  • Lokasinya Bisa dimana saja
    Karena menggunakan teknologi web (online shop) sebagai media penjualan, seorang penjual barang tidak perlu menyediakan toko secara fisik namun cukup membuka toko online dan menjual barang dari berbagai perusahaan (dropship agen) penyedia jasa dropshipping.
BACA JUGA :   Apa Itu BPJS - Ketenagakerjaan, Kesehatan, Online, karir

Perbedaan Dropship dan Reseller

Perbedaan antara dropship dan reseller adalah hal yang agak membingungkan karena pada dasarnya, barang yang dijual oleh penjual adalah bukan milik penjual itu sendiri, tetapi adalah milik perusahaan penyedia barang, hal yang sangat spesifik yanng membedakan antara dropship dan reseller adalah teknik pengiriman barang yang digunakan, pada pengiriman barang dropship, barang dikirimkan oleh perusahaan yang menyediakan jasa dropshipping dengan mencantumkan nama penjual namun seorang reseller akan mengirimkan barangnya sendiri kepada pembeli.

Materi Referensi:

A Better Lemonade Stand, What is dropshipping

 

Tulisan Lainnya

Arif Hidayat

The author is a Linux Activist that work in an IT Company in Asia. His Specialization covered Linux Administration System and Web PHP Application.